Rabu, 06 Juni 2018

Unsur Kebudayaan

Unsur-Unsur Budaya

Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:

    Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:

    Alat-alat teknologi
    Sistem ekonomi
    Keluarga
    Kekuasaan politik

2.  Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:

    Sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
    Organisasi ekonomi
    Alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
    Organisasi kekuatan (politik)

   3.   C.Kluckhohn di dalam karyanya yang berjudul Universal Categories Of Culture mengemukakan,bahwa ada 7 unsur kebudayaan universal,yaitu:

    Sistem Religi (kepercayaan)
    Sistem Organisasi Kemasyarakatan
    Sistem pengatahuan
    Sistem mata pencaharian hidup dan system – system ekonomi
    Sistem teknologi dan peralatan
    Bahasa
    Kesenian

Wujud Kebudayaan

Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga:

    Gagasan (Wujud ideal)
    Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan,nilai-nilai,norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak (tidak dapat diraba atau disentuh). Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.
    Aktivitas (tindakan)
    Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.
    Artefak (karya)
    Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan.

Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.

 Berdasarkan wujudnya tersebut, kebudayaan dapat digolongkan atas dua komponen utama:

    Kebudayaan material
    Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci.
    Kebudayaan nonmaterial
    Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.

Pokok Bahasan Ilmu Budaya Dasar

Pokok bahasan ilmu budaya dasar adalah masalah-masalah kemanusiaan dan budaya. Menurut Budi Darma menyitir pendapat Arthur Koeslaer dalam The Act of Creation dan Wolter Kaufmann dalam The Future of The Humanities, masalah kemanusiaan dan budaya telah diungkapkan secara halus oleh ahli-ahli seni dan filsafat dalam karya seni dan filsafat.

Bila seseorang mempelajari karya-karya seni dan filsafat, maka ia akan menjiwai pemasalahannya. Permasalahan tersebut antara lain kekuatan, kekuasaan, benturan individu dengan masyarakat, hubungan cinta kasih, cinta dan tanggung jawab, pengorbanan, keprcayaan dan akal budi. Permasalahan lainnya dapat pula ditinjau dari gabungan persoalan biologi, etika dan budaya, seperti permasalahan hak untuk hidup, hak untuk mati, tanggung jawab dan kewajiban dalam hidup.

Delapan topik tentang pokok bahasan Ilmu Budaya Dasar yaitu :

    Manusia dan Cinta kasih : Cinta antara pria dan wanita, Kekeluargaan, Persaudaraan
    Manusia dan Keindahan : Kontemplasi, Eksistensi
    Manusia dan Penderitaan : Nasib buruk, Penyesalan, Kehilangan yang dicintai
    Manusia dan Keadilan : Rasa Keadilan, Perlakuuan yang adil
    Manusia dan Pandangan Hidup : Cita-cita, Kebajikan
    Manusia dan Tanggung jawab serta  pengabdian : Kesadaran, Kewajiban, Pengorbanan
    Manusia dan Kegelisahan : Keterasingan, Kesepian, Ketidakpastian
    Manusia dan Harapan : Kepercayaan diri, Gairah mengatasi kesulitan


Harapan saya setelah mempelajari Ilmu Budaya Dasar adalah saya bisa mendapatkan pengetahuan dan memahami hal-hal baru yang berkaitan dengan nilai-nilai dimasyarakat . Seperti memahami beberapa budaya manusia secara mendalam dan mampu memiliki kepekaan terhadap masalah dalam sebuah pemikiran, perasaan, maupun perilaku manusia tersebut. Dan dengan mempelajari Ilmu Budaya Dasar ini saya juga berharap untuk bisa menanggapi masalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat Indonesia dan dunia.

Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar

Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar

Bertitik tolak dalam kerangka tujuan yang telah ditetapkan, dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah IBD (Ilmu Budaya Dasar), kedua masalah pokok itu adalah :

    Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusian dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (The Humanities), Baik dari segi masing-masing keahlian (Disiplin), didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (Antar Bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
    Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing zaman dan tempat.

Kedua Pokok masalah yang bisa dikaji dalam mata kuliah IBD (Ilmu Budaya Dasar), Nampak jelas bahwa manusia menepati posisi sentral dalam pengkajian.

Manusia tidak hanya sebagai objek pengkajian, bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesama, dan bagaimana pula hubungan sang pencipta menjadi tema sentral dalam IBD, pokok-pokok bahasa yang dikembangkan adalah :

    Manusia Dan Harapan

    Kepercayaan
    Harapan

    Manusia Dan Kegelisahan

    Keterasingan
    Kesepian
    Ketidakpastian

    Manusia Dan Tanggung Jawab Serta Pengabdian

    Kesadaran
    Pengorbanan

    Manusia Dan Pandangan Hidup

    Cita-Cita
    Kebijakan

    Manusia Dan Cinta Kasih

    Kasih Sayang
    Kemesraan
    Pemujaan

    Manusia Dan Keindahan

    Renungan
    Kehalusan

    Manusia Dan Penderitaan

    Rasa Sakit
    Siksaan
    Kesengsaraan

    Manusia Dan Keadilan

    Kejujuran
    Pemulihan Nama Baik
    Pembalasan